|
Keamanan pangan merupakan hal krusial yang patut untuk dipatuhi oleh seluruh produsen pangan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dari berbagai risiko serta penyakit dari makanan. Tanpa adanya standar dan regulasi terkait keamanan pangan, pangan yang diproduksi dapat dengan mudah terkontaminasi berbagai zat kimia, biologis hingga fisik yang membahayakan kesehatan serta keselamatan konsumen. Di sinilah peran Food Safety Management System hadir dengan tujuan memastikan kualitas dan keamanan pangan melalui persyaratan serta regulasi yang wajib dipatuhi oleh produsen pangan, salah satunya adalah Brand Reputation Compliance Global Standards (BRCGS).
APA ITU BRCGS? BRCGS awalnya dikenal sebagai British Retail Consortium Global Standards, namun saat ini telah berkembang menjadi Brand Reputation Compliance Global Standards. Standar ini dikembangkan oleh asosiasi perdagangan retail di Inggris yaitu British Retail Consortium dan menjadi standar keamanan pangan pertama yang diakui oleh Global Food Safety Initiative (GFSI). Dalam implementasinya, standar ini banyak digunakan oleh produsen pangan dengan produk makanan nabati, hewani sampai dengan produsen kemasan pangan serta penyedia layanan logistik untuk produk pangan tersebut. BRCGS merupakan standar keamanan pangan berskala global yang memberikan pedoman dan kerangka kerja untuk manajemen keamanan pangan pada perusahaan atau organisasi. Tujuan dari standar ini ialah membantu perusahaan atau organisasi dalam memproduksi pangan yang aman untuk konsumen, legal serta berkualitas tinggi. Selain itu, standar ini juga mencakup semua tahapan proses produksi pangan, mulai dari produksi, pengemasan, penyimpangan hingga distribusi dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan pangan. BRCGS EDISI KE SEMBILAN BRCGS edisi kesembilan telah diterbitkan pada Agustus 2022, namun resmi diberlakukan pada 1 Februari 2023 untuk seluruh industri pangan dan wajib melakukan audit sertifikasi dengan standar terbaru ini. Dalam standar BRCGS edisi kesembilan ini terdapat beberapa perubahan utama pada persyaratan-persyaratannya, di antaranya: Bagian 1: Senior Management Commitment Pada bagian ini, hal yang ditekankan ialah pentingnya peran top management dalam membudayakan kesadaran akan keamanan pangan di perusahaan atau organisasi melalui komunikasi yang efektif dan pelatihan terkait dengan keamanan pangan serta produk. Bagian 2: Food Safety Plan – HACCP Perubahan terkait dengan rencana keamanan pangan (HACCP) dalam edisi kesembilan ini berkaitan dengan proses validasi program prasyarat khusus yang perlu dilakukan oleh organisasi atau perusahaan untuk meminimalkan atau menghilangkan bahaya tertentu. Sehingga pada persyaratan HACCP ini lebih berfokus pada pendekatan yang preventif dan berbasis risiko, hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip Codex Alimentarius. Bagian 3: Food Safety & Quality Management System Hal yang ditekankan pada bagian ini adalah adanya pemrosesan yang dialihdayakan, sehingga perusahaan atau organisasi perlu mempertimbangkan proses-proses yang dialihdayakan dalam HACCP Plan serta wajib dijelaskan secara rinci. Selain itu, perubahan pada bagian ini juga berfokus pada penguatan integrasi keamanan pangan ke dalam sistem manajemen dan operasional bisnis dalam rangka mendorong perbaikan berkelanjutan. Bagian 4: Site Standards Hal-hal terkait dengan persyaratan hygiene dan sanitasi lebih diperkuat dengan pedoman yang lebih ketat. Fokus dari bagian ini terdapat pada penilaian potensi risiko dari berbagai kontaminasi yang disengaja di lokasi serta Hal-hal terkait dengan persyaratan hygiene dan sanitasi lebih diperkuat dengan pedoman yang lebih ketat. Fokus dari bagian ini terdapat pada penilaian potensi risiko dari berbagai kontaminasi yang disengaja di lokasi serta revisi pada bagian persyaratan untuk peralatan dan perangkat higienis. Bagian 5: Product Control Terdapat penambahan persyaratan baru terkait dengan validasi klaim produk pada label pangan dengan tujuan memastikan spesifikasi produk dan ketelusuran produk. Bagian 6: Process Control Fokus pada bagian ini adalah perlunya pertimbangan perusahaan atau organisasi untuk tidak membahayakan keamanan produk yang diaudit apabila terdapat produk sampingan di luar lingkup audit. Tujuannya ialah meminimalkan risiko kontaminasi serta konsistensi produk melalui validasi serta proses pemantauan yang ditingkatkan. Bagian 7: Protevtive Clothing Perubahan terbaru dari edisi sebelumnya terkait dengan “pengujian efektivitas pembersihan”, diubah menjadi “validasi efektifitas pembersihan” untuk BRCGS edisi kesembilan ini. Bagian 8: High-Risk Production Zones Dalam rangka pengendalian khusus untuk area produksi yang berisiko, terdapat penambahan beberapa klausul baru yang berkaitan dengan penggunaan peralatan CIP (Cleaning In Place) pada area tertentu dan persyaratan untuk dinding yang dapat dilepas pada area berisiko tinggi atau perawatan tinggi yang menangani produk-produk sangat rentan atau sensitif. Bagian 9: Trade Product Requirements Perusahaan atau organisasi wajib menetapkan prosedur dalam memastikan keamanan produk, sehingga produk jadi sesuai dengan persyaratan dan standard, serta diproduksi seusai dengan spesifikasi produknya. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kompleksitas rantai makanan yang semakin meningkat dalam rangka memastikan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan. Informasi lebih lanjut mengenai Bitish Retail Consortium (BRCGS) Bagi Anda atau perusahaan yang ingin melakukan Konsultasi, Training dan Pendampingan Audit/Sertifikasi BRCGS, kami bersama dengan Tenaga Ahli yang kompeten di bidangnya siap membantu Anda. Hubungi kami melalui kontak di bawah ini: Whatssap: 0823-4279-8146 Email: [email protected] Linkedin: PT Catur Daya Intitama Website: www.cdiconsulting.id
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
February 2026
Categories |