|
Pada 16 Oktober 2026, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi mengumumkan penyesuaian masa penahapan kewajiban sertifikasi Halal yang dilatarbelakangi oleh pertimbangan kesiapan ekosistem Halal Nasional dan pemangku kepentingan. Penyesuaian tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2024 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, dan implementasi kebijakan wajib Halal tersebut akan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026. Tujuan dari diperpanjangnya masa penahapan pemberlakuan kewajiban sertifikasi Halal tersebut ialah untuk memberikan ruang dan penyesuaian masa penahapan agar lebih efektif dalam menguatkan Ekosistem Halal Nasional di Indonesia.
Poin Penting Perubahan PP Nomor 40 Tahun 2026 Salah satu perubahan utama dalam PP Nomor 40 Tahun 2026 adalah penyesuaian jadwal pemenuhan kewajiban bersertifikat Halal pada beberapa kategori yang diperpanjang hingga 17 & 18 Oktober 2028. Selain itu, pemerintah juga mencabut Peraturan BPJH Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri yang Masuk ke Wilayah Indonesia, dan melakukan penyesuaian terhadap peraturan pelaksanaannya agar sesuai dengan PP Nomor 42 Tahun 2024 yang telah diamandemen. Detail penyesuaian penahapan kewajiban Sertifikasi Halal di antaranya:
Langkah Strategis Menghadapi Regulasi Halal Terbaru Penting untuk digarisbawahi bahwa terbitnya PP Nomor 40 Tahun 2026 ini bukan terkait dengan penghapusan kewajiban sertifikasi Halal, tetapi penyesuaian terhadap tahapan kewajiban sertifikasi Halal yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan untuk implementasi sertifikasi tersebut, seperti infrastruktur hingga sumber daya manusia. Melihat hal tersebut, saat ini pelaku usaha dapat mulai melakukan persiapan seperti identifikasi kategori dan skala usaha, meninjau kewajiban sertifikasi halal, proses produksi, hingga menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk proses sertifikasi Halal. Pentingnya memahami perubahan regulasi sejak awal bagi para pelaku usaha sehingga dapat mengurangi risiko kurangnya kesiapan dari berbagai aspek. Untuk itu, CDI Consulting siap membantu proses sertifikasi Halal untuk bisnis Anda melalui layanan konsultasi, pendampingan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis serta usaha Anda. Informasi lebih lanjut mengenai Pendampingan Sertifikasi Halal Bersama dengan Tenaga Ahli yang kompeten di bidangnya, kami CDI Consulting dapat membantu Anda para pelaku usaha yang ingin melaksanakan sertifikasi Halal. Jangan membuang waktu! Bagi yang ingin melaksanakan konsultasi dan pendampingan sertifikasi Halal dapat menghubungi admin sesuai kontak di bawah ini: Whatsapp: 0823-4279-8146 Email: [email protected], Linkedln: PT Catur Daya Intitama Website: www.cdiconsulting.id
0 Comments
Dewasa ini, perusahaan semakin dituntut untuk memiliki sistem manajemen yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Hal ini merupakan salah satu akibat dari dinamisnya perkembangan dunia bisnis sehingga persaingan semakin kompleks dan kompetitif. Dalam rangka memenuhi sistem manajemen yang efektif, kegiatan audit dapat menjadi solusi dalam memastikan efektivitas dan kesesuaian sistem yang ada di dalam perusahaan sehingga dapat menjadi alat untuk peningkatan yang berkelanjutan.
Pada praktiknya, terdapat panduan (Guidelines) bagi perusahaan dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan mengelola program audit yaitu ISO 19011:2026. Sistem ini merupakan standar internasional yang memberikan pedoman atau kerangka kerja untuk program audit sistem manajemen bagi perusahaan maupun organisasi, seperti pengelolaan program audit, prinsip-prinsip kegiatan audit, hingga proses evaluasi kompetensi auditor. Standar ISO 19011 yang terbaru saat ini ialah ISO 19011:2026 (edisi keempat) yang diterbitkan pada bulan Mei tahun 2026 lalu, menggantikan versi sebelumnya yaitu ISO 19011:2018. ISO 19011:2026 Beberapa pembaruan yang terdapat pada ISO 19011:2026 ialah penyesuaian dengan digitalisasi dan penggunaan teknologi dalam kegiatan audit (ERP, akses dokumen digital, data digital, dan lainnya), pedoman yang lebih jelas terkait audit yang dilakukan jarak jauh (remote) dan hybrid, pendekatan berbasis risiko yang lebih komprehensif, serta penyesuaian dengan kompetensi auditor modern. Berbagai pembaruan yang hadir dalam ISO 19011:2026 memberikan peluang yang lebih besar bagi perusahaan atau organisasi dalam melakukan kegiatan audit dengan lebih fleksibel, terstruktur dan sesuai dengan karakteristik operasional masing-masing. Mengapa ISO 19011:2026 Penting? Melansir melalui website resmi ISO[1] (International Organization for Standardization), penggunaan ISO 19011:2026 dapat membantu perusahaan atau organisasi dalam mengimplementasikan praktik audit terbaik berdasarkan konsensus internasional, menunjukkan kredibilitas dan kemampuan untuk melakukan audit, meningkatkan sistem manajemen dan proses operasional yang efektif melalui audit yang terstruktur, serta memenuhi persyaratan terkait audit berdasarkan standar internasional. Kemudian dengan pelaksanaan audit yang efektif, perusahaan dapat mengidentifikasi ketidaksesuaian, akar masalah dan menentukan tindakan perbaikan yang tepat, sehingga audit bukan hanya sekadar kegiatan pemeriksaan untuk memenuhi persyaratan saja, tetapi juga menjadi sumber informasi yang strategis dalam menentukan dan mengambil keputusan untuk terus menciptakan continuous improvement. Informasi lebih lanjut mengenai Audit/Assesmen Internal dan Pendampingan Sertifikasi Bagi Anda atau perusahaan yang ingin melakukan Audit/Assesmen Internal dan/atau Pendampingan Sertifikasi, kami bersama dengan Tenaga Ahli yang kompeten di bidangnya siap membantu Anda! Hubungi kami melalui kontak di bawah ini: Whatssap: 0823-4279-8146 Email: [email protected] Linkedin: PT Catur Daya Intitama Sumber: [1] International Organization for Standardization (ISO), “ISO 19011:2026”, 2026, https://www.iso.org/standard/19011, 14 Oktober 2026. Aspek tata kelola bisnis yang konsisten dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksnya berbagai tuntutan bisnis dan pasar global saat ini. Penerapan berbagai sistem manajemen menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk menciptakan proses bisnis dan operasional yang terstruktur, terukur dan efektif karena berjalan dengan sesuai standar sistem manajemen. Namun dalam praktiknya, penerapan beberapa sistem manajemen atau standar yang dilakukan secara terpisah dapat menimbulkan beberapa tantangan bagi perusahaan seperti duplikasi proses, dokumen hingga kegiatan audit. Menindaklanjuti hal tersebut, Integrated Management System (IMS) hadir sebagai solusi utama bagi perusahaan untuk mengintegrasikan beberapa sistem manajemen atau standar ke dalam satu kerangka pengelolaan yang lebih efektif dan efisien.
Apa Itu Integrated Management System (IMS)? Integrated Management System (IMS) merupakan sistem yang menggabungkan berbagai sistem manajemen atau standar ke dalam satu kerangka kerja yang saling terintegrasi dan terhubung. Tujuan dilakukannya integrasi sistem ialah untuk memastikan pengelolaan sistem manajemen berjalan efektif & efisien, mengurangi duplikasi dokumen dan aktivitas yang memiliki fungsi serupa atau tumpang tindih, serta memudahkan proses monitoring & evaluasi. Umumnya IMS diterapkan oleh perusahaan yang memiliki komitmen besar untuk mengelola kualitas produk dan layanannya dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, K3, keamanan infomasi, dan lainnya. Melalui penerapan IMS yang efektif, perusahaan dapat memiliki kebijakan, sasaran, dokumentasi, pengendalian risiko hingga proses evaluasi kinerja yang selaras dan terstruktur. Terdapat beberapa sistem yang umum diintegrasikan dalam IMS yaitu, sebagai berikut:
Penerapan Integrated Management System (IMS) Salah satu persepsi yang sering kali keliru mengenai IMS ialah hanya perlu diterapkan oleh perusahaan besar saja. Faktanya IMS dapat diterapkan oleh perusahaan kecil, menengah, maupun besar dengan skala penerapan yang disesuaikan dengan kebutuhan, sumber daya, serta tata kelola dan sistem yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk menerapkan IMS terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan, yaitu melakukan identifikasi terhadap sistem manajemen yang sudah diterapkan serta melihat gap analisis antar sistem tersebut. Lalu perusahaan dapat melakukan pemetaan terhadap setiap persyaratan standar yang kemudian dilakukan penyelarasan atau integrasi berdasarkan hasil gap analisis tersebut. Hasil gap analisis dan pemetaan sistem tersebut dapat menjadi acuan dan pedoman perusahaan dalam menyusun kebijakan, sasaran, dan dokumentasi IMS. Kemudian perusahaan wajib membentuk tim untuk mendukung pelaksanaan penerapan IMS hingga proses evaluasi dan tindakan perbaikan, sehingga continuous improvement dapat dibangun dengan efektif. Informasi lebih lanjut mengenai Integrated Management System (IMS) CDi Consulting dapat membantu perusahaan anda dalam memenuhi kebutuhan konsultasi dan training Integrated Management System, hingga mendapatkan sertifikat sertifikasi Integrated Management System dari pihak ketiga (badan sertifikasi yang ditunjuk). Bagi kalian yang ingin konsultasi dan mengadakan pelatihan mengenai Integrated Management System, dapat menghubungi admin sesuai kontak dibawah ini: Whatsapp: 0823-4279-8146 Email: [email protected] Linkedln: PT Catur Daya Intitama Website: www.cdiconsulting.id |